Dr. Ahmad Ali Silaturahmi ke DPD LDII Kudus, Tekankan Pentingnya Menjalin Ukhuwah

Kudus – Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Dr. Ahmad Ali, melakukan silaturahmi ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Kudus. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Dalam kesempatan itu, Dr. Ahmad Ali didampingi Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII, Dr. Dwi Pramono. Kehadiran keduanya disambut oleh jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Kudus dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Dr. Ahmad Ali merupakan seorang cendekiawan NU yang selama ini menaruh perhatian terhadap perkembangan LDII. Melalui penelitian yang dilakukannya, ia telah menulis buku yang mengulas tentang LDII secara komprehensif sebagai bagian dari kontribusi akademik dalam membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap organisasi kemasyarakatan Islam tersebut. Saat ini sudah dua buku yang sudah ditulisnya, diantaranya adalah “Nilai Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII” dan yang terbaru, ” Sitem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke”.

Dr. Ahmad Ali sedang berziarah di makam Sunan Kudus

Dalam dialog yang berlangsung, berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, mulai dari pentingnya menjaga kerukunan umat, membangun sinergi antarormas Islam, hingga memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Diskusi juga mengulas bagaimana LDII berupaya membumikan nilai-nilai kebajikan yang selama ini diajarkan kepada warganya agar dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dr. Ahmad Ali, ukhuwah menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dengan komunikasi yang baik dan saling memahami, setiap organisasi dapat saling melengkapi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya melakukan evaluasi terhadap implementasi nilai-nilai kebajikan yang telah diajarkan. Menurutnya, diperlukan parameter atau instrumen penilaian (scoring) sebagai bahan koreksi untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai tersebut telah diterapkan dalam kehidupan warga LDII.
“Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, implementasi nilai-nilai kebajikan perlu diukur secara objektif agar dapat diketahui bagian mana yang sudah berjalan baik dan mana yang masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, pengurus DPD LDII Kabupaten Kudus menyambut baik masukan tersebut. Silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat semangat ukhuwah, membuka ruang dialog yang konstruktif, serta memperkokoh kolaborasi antarormas dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.