Kudus (15/7) – Kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul. Berangkat dari komitmen tersebut, Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qudus LDII Kudus kembali bersinergi dengan UPTD Puskesmas Dersalam menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi santri baru, Rabu (15/7/2026), di Gedung Serbaguna Syaifuddin Zuhri, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Kegiatan skrining kesehatan ini diikuti oleh 36 santri, terdiri atas 31 santri Program Hadist Kutubisittah dan 5 santri Program Reguler. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui kondisi kesehatan santri sebelum mereka menjalani proses pendidikan, pembinaan karakter, serta pendalaman ilmu agama di lingkungan pondok pesantren.
Kepala UPTD Puskesmas Dersalam, dr. Tektona Graha Sanjaya, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan di lingkungan pesantren merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah munculnya masalah kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas belajar para santri.
“Santri menjalani aktivitas yang cukup padat, mulai dari belajar, beribadah hingga kegiatan pembinaan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan sejak awal sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Apabila ditemukan faktor risiko atau gangguan kesehatan, dapat segera dilakukan tindak lanjut sehingga proses pendidikan tetap berjalan dengan baik. Kami berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik,” jelasnya.
Sementara itu, Pengurus Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPD LDII Kabupaten Kudus yang juga Guru Hadist Kutubisittah Ponpes Baitul Qudus, Ust. Anas Sugianto, menegaskan bahwa kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan di pondok pesantren. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu agama, tetapi juga dari terbentuknya pribadi yang mampu menjaga amanah Allah SWT, termasuk menjaga kesehatan.
“Dalam ajaran Islam, kesehatan adalah nikmat sekaligus amanah yang harus dijaga. Menuntut ilmu membutuhkan fisik yang kuat, pikiran yang jernih, dan kedisiplinan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembinaan di pondok pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan Al-Qur’an dan Al-Hadis serta pembentukan akhlakul karimah, tetapi juga membiasakan pola hidup bersih, sehat, dan tertib. Sinergi dengan Puskesmas Dersalam merupakan bentuk ikhtiar bersama agar para santri memiliki bekal kesehatan yang baik untuk menuntut ilmu dan kelak mampu mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan dan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan wujud nyata kepedulian terhadap pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan kesehatan yang terjaga, santri diharapkan mampu mengikuti seluruh proses pembelajaran secara optimal serta tumbuh menjadi generasi profesional religius yang memiliki kompetensi, karakter luhur, dan kepedulian sosial.
Pemeriksaan kesehatan bagi santri baru telah menjadi agenda rutin hasil sinergi antara Ponpes Baitul Qudus LDII Kudus dan UPTD Puskesmas Dersalam. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan ini, kedua pihak berharap dapat mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan nyaman sebagai fondasi lahirnya generasi penerus yang unggul, berdaya saing, dan berakhlakul karimah.

