Hari Kebangkitan Nasional: Akhlak dan Ilmu sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Gambar: Santri Baitul Quddus LDII Kudus Melaksanakan Upacara Bendera sebagai Momentum Memperkuat Akhlak, Disiplin dan Cinta Tanah Air

Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026, DPD LDII Kabupaten Kudus mengajak masyarakat untuk memperkuat akhlak dan budaya ilmu sebagai fondasi kemajuan bangsa di tengah tantangan era modern yang terus berkembang.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya kesadaran persatuan bangsa, tetapi juga menjadi momentum refleksi tentang arah pembangunan Indonesia di masa depan. Semangat kebangkitan nasional pada hakikatnya tidak hanya berbicara tentang perjuangan masa lalu, melainkan tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat mampu membangun kualitas diri, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, mengandung makna penting bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Tunas bangsa tidak hanya dimaknai sebagai generasi muda semata, tetapi seluruh proses pembinaan manusia sejak usia dini hingga dewasa agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berilmu, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Dalam perjalanan sejarah, para tokoh kebangkitan nasional menyadari bahwa bangsa yang maju tidak cukup hanya memiliki kekuatan fisik atau kekayaan sumber daya alam. Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, persatuan masyarakat, dan karakter moral yang dimiliki rakyatnya. Karena itu, pendidikan dan pembinaan akhlak menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bangsa menuju kehidupan yang lebih baik.

Di era modern saat ini, tantangan yang dihadapi masyarakat jauh lebih kompleks. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai persoalan seperti penyebaran hoaks, menurunnya etika dalam bermedia sosial, hingga rendahnya budaya literasi. Selain itu, masyarakat modern juga sedang menghadapi krisis sosial yang ditandai dengan melemahnya empati dan penghargaan terhadap proses dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan penguatan akhlak dan karakter.

Ilmu memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menghadapi perkembangan zaman. Dengan ilmu, masyarakat mampu berinovasi, meningkatkan daya saing, serta menciptakan kemajuan di berbagai bidang. Namun demikian, ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah dan nilai kemanfaatannya. Sebaliknya, akhlak tanpa ilmu juga membuat masyarakat sulit berkembang menghadapi perubahan zaman. Oleh karena itu, akhlak dan ilmu harus berjalan beriringan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

H. Suwargi, S.E selaku Ketua Bagian Pendidikan Umum dan Pelatihan menyampaikan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual, tetapi juga harus diiringi dengan akhlak yang baik.

“Tema ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’ menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, pembinaan akhlak dan budaya ilmu perlu terus ditanamkan mulai usia dini hingga dewasa agar masyarakat memiliki karakter yang baik, semangat belajar, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Guru Ponpes Baitul Qudus Hadist Kutubisittah, Ust. Anas Sugianto, menyampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan teknologi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas moral masyarakatnya. Menurutnya, ilmu yang dimiliki seseorang seharusnya mampu melahirkan sikap rendah hati, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persatuan.

“Ilmu dan akhlak tidak boleh dipisahkan. Ilmu yang tinggi harus melahirkan manfaat bagi sesama, bukan justru menimbulkan perpecahan maupun kerusakan moral. Karena itu, pendidikan akhlak menjadi sangat penting agar masyarakat mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kebaikan,” ungkapnya.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi pengingat pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam membangun bangsa, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga kehidupan sosial di tengah masyarakat. Pembinaan akhlak, budaya belajar, sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial perlu terus diperkuat agar tercipta masyarakat yang tidak hanya maju secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang baik.

Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang unggul dalam teknologi dan ekonomi, tetapi juga bangsa yang masyarakatnya memiliki akhlak, menghargai ilmu, menjaga persatuan, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman. Dengan menjadikan akhlak dan ilmu sebagai fondasi kehidupan, semangat Hari Kebangkitan Nasional diharapkan terus hidup dalam upaya bersama membangun Indonesia yang maju, damai, dan bermartabat.

By admin