JAKARTA – Ketahanan nasional merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menegaskan bahwa menjaga stabilitas dan kedaulatan negara tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga organisasi masyarakat, termasuk LDII
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan bahwa kekuatan bangsa terletak pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Peran LDII dalam Menjaga Ketahanan Nasional
Sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis dakwah, LDII memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Peran tersebut diwujudkan melalui:
1. Pembinaan karakter generasi muda,
2. Penguatan nilai kebangsaan,
3. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, LDII turut berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia sebagai fondasi ketahanan bangsa.

Tantangan Ketahanan Nasional: Iklim dan Ketahanan Pangan
Ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan pangan dan lingkungan. Perubahan iklim menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.
Fenomena cuaca ekstrem serta potensi kemarau panjang dapat berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan pangan. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui kolaborasi lintas sektor.
Sinergi Seluruh Elemen Bangsa
Ketahanan nasional hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga strategis, dan masyarakat. Dalam hal ini, LDII diharapkan terus berperan aktif dalam memperkuat nilai kebangsaan dan menjaga stabilitas sosial. Sinergi yang kuat akan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika global serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kesimpulan
Ketahanan nasional adalah tanggung jawab bersama. Peran aktif organisasi masyarakat seperti LDII menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter bangsa, serta menghadapi tantangan global secara kolektif.

