Kudus – DPD LDII Kabupaten Kudus melalui Bidang Lingkungan dan Sumber Daya Alam (LISDAL) bersama Pondok Pesantren Baitul Qudus menerima kunjungan perwakilan Djarum Foundation Bakti Lingkungan, Masyudi, Rabu 15 Mei 2026.Kunjungan ini digelar dalam rangka penjajakan kolaborasi antara DPD LDII Kudus melalui program Zero Waste Eco Pesantren dengan Djarum Foundation melalui program Pesantren Asik. Ketua Bidang LISDAL DPD LDII Kudus menjelaskan, program Zero Waste Eco Pesantren merupakan inisiatif LDII untuk membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pondok. Mulai dari pengelolaan sampah organik dan anorganik, edukasi pengurangan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan lahan untuk pertanian terpadu.“Kami ingin pesantren menjadi contoh nyata pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Djarum Foundation melalui Pesantren Asik ini diharapkan bisa memperkuat kapasitas santri dan pengurus dalam praktik eco-living,” ujarnya. Perwakilan Djarum Foundation Bakti Lingkungan, Masyudi, mengapresiasi langkah LDII Kudus. Menurutnya, program Pesantren Asik memang dirancang untuk mendorong pesantren menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang aktif dan inovatif. “Kunjungan ini untuk melihat langsung potensi yang ada di Pondok Pesantren Baitul Qudus. Kami melihat ada semangat dan struktur program yang selaras, sehingga kolaborasi ke depan bisa berjalan optimal,” kata Masyudi.
Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qudus, KH Abdul Aziz Mardjono, menyambut baik kerjasama ini dalam rangka mewujudkan pesantren yg sehat, dan juga mendidik santri yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan. “Kolaborasi ini sangat baik disamping masalah sampah di lingkungan pesantren dapat diatasi juga mendidik para santri berbudaya bersih dan cinta lingkungan” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim Djarum Foundation juga meninjau fasilitas pengelolaan sampah dan area hijau di lingkungan pondok. Kedua pihak sepakat untuk menyusun rencana aksi bersama yang mencakup pelatihan, pendampingan, dan penyediaan sarana pendukung program. DPD LDII Kudus berharap kerja sama ini dapat menjadi model sinergi antara organisasi masyarakat dan dunia usaha dalam mendorong gerakan lingkungan berbasis pesantren di Kudus.

