KUDUS – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia DPD LDII Kabupaten Kudus memadukan pembinaan spiritual dengan aksi kemanusiaan melalui penyelenggaraan pengajian umum yang dirangkai dengan kegiatan donor darah bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Qudus, Desa Panjang, Kecamatan Bae, pada Minggu (19/7/2026).
Pengajian yang diikuti ratusan warga LDII dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Kudus berlangsung khidmat. Di sela-sela kegiatan, warga mengikuti donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan stok darah di Kabupaten Kudus.
Antusiasme peserta terlihat dari 90 orang yang mendaftarkan diri sebagai calon pendonor. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining sesuai standar UDD PMI Kabupaten Kudus, 63 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya, sementara peserta lainnya belum dapat mendonor karena belum memenuhi persyaratan medis.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, Muhammad As’ad, S.E , mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen LDII dalam membangun keseimbangan antara pembinaan keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, dakwah tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian ilmu agama, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Melalui pengajian kami terus membina keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah warga. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian sosial. Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan ajaran Islam tentang saling tolong-menolong dalam kebaikan. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi budaya positif sehingga keberadaan LDII semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan PMI Kabupaten Kudus merupakan wujud sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, setiap tetes darah yang didonorkan merupakan bentuk kepedulian yang dapat memberikan harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Sementara itu, Pengurus DPD LDII Kabupaten Kudus Bidang Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP), Ust. H. Abdul Rahman, yang juga menjadi pemateri pengajian, menegaskan bahwa ilmu agama yang diperoleh dalam majelis taklim harus diwujudkan melalui amal saleh yang membawa manfaat bagi lingkungan.
“Ilmu yang dipelajari dalam pengajian hendaknya tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Donor darah merupakan salah satu bentuk pengamalan ajaran Islam tentang saling membantu dalam kebaikan. Ketika seseorang mendonorkan darahnya, ia bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan medis, tetapi juga memberikan harapan hidup bagi saudara-saudara yang sedang membutuhkan. Inilah wujud nyata bahwa keimanan harus melahirkan kepedulian sosial,” jelasnya.
Menurut Abdul Rahman, pembinaan yang dilakukan LDII bertujuan membentuk generasi yang memiliki tiga karakter utama, yaitu alim-fakih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Karakter tersebut diharapkan mampu melahirkan pribadi yang profesional religius sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kepala UTD PMI Kabupaten Kudus dr. Emy Ruyanah, M.M mengapresiasi tingginya partisipasi warga LDII dalam kegiatan donor darah. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini memberikan kontribusi nyata dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Kudus.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPD LDII Kabupaten Kudus atas sinergi yang terus terjalin. Dari 85 calon pendonor yang mendaftar, sebanyak 63 orang berhasil mendonorkan darahnya setelah melalui proses skrining kesehatan. Setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar karena dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain membantu memenuhi kebutuhan darah di berbagai rumah sakit, kegiatan donor darah juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mendonorkan darah secara rutin apabila memenuhi persyaratan. Pemeriksaan kesehatan sebelum donor menjadi bagian dari upaya memastikan keamanan bagi pendonor maupun penerima darah.
Melalui perpaduan antara pengajian dan donor darah, DPD LDII Kabupaten Kudus berharap nilai-nilai Islam yang dipelajari dalam pengajian dapat terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sinergi antara pembinaan spiritual dan aksi sosial tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, kepedulian, serta kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan kesehatan dan kemanusiaan di Kabupaten Kudus.

