Semangat Bela Diri: Persinas ASAD Kudus Binaan LDII Meriahkan Promosi PON 2025

Para pesilat Persinas ASAD Kabupaten Kudus, binaan LDII Kudus, duduk berbaris rapi di area Alun-Alun Simpang 7 Kudus saat mengikuti acara Promosi PON Beladiri 2025, Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini menampilkan semangat sportivitas dan persaudaraan antarperguruan bela diri di Kudus, sekaligus menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat Indonesia kepada masyarakat luas.

KUDUS — Suasana sore yang cerah di Alun-Alun Simpang 7 Kudus, Kamis (9/10/2025), menjadi saksi semangat kebersamaan ratusan pesilat dari berbagai perguruan dalam acara Penampilan Pencak Silat PON Beladiri 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari promosi pra-event PON cabang bela diri yang digelar oleh Kemenpora.

Acara dimulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, diawali dengan doa bersama yang diikuti seluruh peserta di lapangan rumput depan panggung utama. Ketua IPSI Kabupaten Kudus, H. Muhammad Nur Hasyim, S.Pd.I, secara resmi membuka acara dengan pesan yang menekankan nilai persaudaraan dalam pencak silat.
“Pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi sarana mempererat silaturahmi. Kita menambah kawan, bukan menciptakan lawan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Usai pembukaan, dilaksanakan prosesi Bukak Gelanggang yang dipimpin oleh Sugito, perwakilan dari Persinas ASAD Kabupaten Kudus.

Gambar: Penampilan Prosesi Bukak Gelanggang Dipimpin oleh Sugito Perwakilan dari Persinas Asad Kabupaten Kudus (Sumber: KIM LDII Kudus)

Dalam prosesi tersebut, Sugito menyerahkan golok kembar kepada Ketua IPSI sebagai tanda dimulainya latihan bersama dan penampilan antarperguruan. Simbol ini melambangkan kehormatan, semangat kebersamaan, serta tekad menjaga warisan budaya bangsa.

Gambar: Penyerahan Golok Kembar Kepada Ketua IPSI Kabupaten Kudus Sebagai Tanda Dimulainya Latihan Bersama dan Penampilan dari Perguruan Pencak Silat (Sumber: KIM LDII Kudus)

Rangkaian penampilan kemudian dimulai dari Tapak Suci, IKSPI Kera Sakti, PSHW-TM, Garuda Nusantara, Pagar Nusa, Persinas ASAD, Bangau Ruyung, PJDN, hingga PSHT. Penampilan Persinas ASAD dari LDII Kudus menjadi salah satu yang paling memukau. Gerakannya teratur, kuat, dan sarat makna spiritual, menggambarkan perpaduan antara teknik bela diri dan pembinaan karakter.

Gambar: Penampilan Persinas Asad Kudus dalam Promosi PON Bela Diri Tahun 2025 (Sumber: KIM LDII Kudus)

Ketua Bagian PKOSB LDII Kabupaten Kudus, Fahmi Fathurrohman, menjelaskan bahwa tim Persinas ASAD Kudus yang tampil merupakan gabungan pesilat muda berprestasi dari binaan LDII Kabupaten Kudus.
“Keikutsertaan tim Persinas ASAD Kudus dalam promosi PON bela diri ini merupakan bentuk dukungan terhadap IPSI dan langkah nyata memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa,” terangnya.

Adapun anggota Tim Persinas ASAD Kabupaten Kudus yang tampil di Alun-Alun Simpang 7 meliputi Mohammad Ja’far Husein, Muhammad Ihsan Asyhar, Muhammad Khoiru Mahfuth, Fahmi Fathurrohman, Yossangga Asadullah, Iqbal Lutfi Fadlullah, dan Muhammad Syofa Aryawan Asadulloh.

Gambar: Tim Persinas Asad Kabupaten Kudus Tampil Promo Pra-Event PON Beladiri Tahun 2025 (Sumber: KIM LDII Kudus)

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Kudus, Andi Sunyoto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan semata ajang unjuk kemampuan, tetapi juga bentuk nyata silaturahmi antarperguruan.
“Kami hadir bukan untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, melainkan untuk memperkuat persaudaraan. Persinas ASAD selalu menjunjung tinggi sportivitas dan nilai persahabatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, Muhammad As’ad, menyambut positif keikutsertaan Persinas ASAD dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi LDII dalam membina generasi penerus yang sehat dan berakhlakul karimah.
“Kami bangga Persinas ASAD aktif dalam kegiatan Promosi Pra-Event PON Beladiri Tahun 2025. Pencak silat tidak hanya membentuk fisik yang kuat, tetapi juga mental yang tangguh dan berkarakter mulia. Silaturahmi seperti ini memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan,” ujar As’ad.

Acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama seluruh peserta, dan jabat tangan antarperguruan, mencerminkan makna sejati pencak silat sebagai seni bela diri yang menanamkan persaudaraan, kedisiplinan, dan cinta damai.

By admin