Kudus (11/10/2025) — DPD LDII Kudus menggelar kegiatan pembelajaran manajemen pondok pesantren yang diikuti oleh pengurus LDII Kabupaten Pati. Acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Qudus Desa Panjang Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Ponpes Baitul Qudus merupakan pondok pesantren binaan LDII Kudus yang dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan berbasis karakter dan kemandirian santri.
Sebanyak 20 peserta dari LDII Pati turut hadir mengikuti pembelajaran yang difasilitasi oleh LDII Kudus. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan, yaitu upaya sistematis LDII Kudus untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan kompetensi bagi pengurus.
Pertukaran Ilmu dan Pengalaman Antardaerah
Dalam sambutannya, Ketua Wanhatda Kudus Ir. KH. Syaifuddin Zuhri menyampaikan selamat datang kepada para peserta dari Pati dan berharap kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah serta membuka ruang kolaborasi dalam pengelolaan lembaga pendidikan. “Kami senang bisa berbagi pengalaman dalam pengelolaan pondok pesantren. Semoga kegiatan ini memberikan inspirasi dan praktik baik yang bisa diterapkan di daerah Pati,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Wanhatda Pati H. Sutono menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ia menilai kegiatan ini sangat penting karena memberikan wawasan langsung tentang pengelolaan pondok pesantren yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pembinaan karakter.
Materi: Dari Perencanaan hingga Pengembangan Ponpes
Kegiatan inti diisi oleh Drs. H. Abdul Aziz Marjono selaku Ketua Pondok Pesantren Baitul Qudus, yang menyampaikan materi bertema “Manajemen Pengelolaan Pondok Pesantren”. Materi ini disusun berdasarkan pengalaman nyata dalam mengelola lembaga pendidikan berbasis pesantren yang menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, akademik, dan sosial.

Gambar: Ketua Pondok Pesantren Baitul Qudus Menjelaskan Manajemen Pondok Pesantren (Sumber: KIM LDII Kudus)
Beberapa pokok bahasan yang disampaikan meliputi:
- Perencanaan Kegiatan dan Kurikulum Pesantren : pentingnya menyusun program yang seimbang antara pendidikan agama, pengembangan karakter, dan kemandirian santri.
- Pembinaan Santri dan Penguatan Disiplin : membangun sistem pembinaan yang menumbuhkan tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial di kalangan santri.
- Administrasi dan Keuangan Pesantren : tata kelola keuangan yang transparan dan pencatatan administrasi yang tertib untuk mendukung akuntabilitas lembaga.
- Manajemen SDM dan Kepemimpinan : pembinaan bagi para ustadz, staf, dan pengurus agar menjadi teladan dan motor penggerak kemajuan pondok.
- Strategi Pengembangan Lembaga : langkah-langkah untuk memperluas jejaring, inovasi program pendidikan, serta adaptasi terhadap tantangan zaman.
LDII Kudus Dorong Profesionalisme Pengelolaan Pondok Pesantren
Ketua DPD LDII Kudus Muhammad As’ad, S.E menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian LDII dalam memperkuat sistem pendidikan Islam berbasis pesantren. Ia menjelaskan bahwa pembinaan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut dengan pendampingan dan evaluasi agar hasilnya benar-benar dirasakan di daerah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membangun semangat baru dalam pengelolaan pondok pesantren. Melalui kerja sama dan saling belajar antar daerah, LDII ingin memastikan setiap pesantren dikelola dengan manajemen yang baik, transparan, dan berorientasi pada pembentukan generasi berakhlak mulia,” ujar Ketua DPD LDII Kudus.
Beliau juga menambahkan bahwa pembelajaran ini merupakan bagian dari visi LDII untuk melahirkan generasi yang alim, faqih, dan berakhlakul karimah melalui tata kelola pesantren yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sinergi dan Keberlanjutan

Gambar: Foto Bersama Menjadi Bukti Eratnya Hubungan Kelembagaan LDII Kudus dengan LDII Pati dalam Penguatan Manajemen Pondok Pesantren (Sumber: KIM LDII Kudus)
Kegiatan pembelajaran ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga memperkuat hubungan kelembagaan antara LDII Kudus dan LDII Pati. Melalui pembinaan berkelanjutan seperti ini, LDII berkomitmen membangun jejaring yang solid, saling mendukung, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan Islam di tingkat daerah.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan kunjungan lapangan ke beberapa fasilitas Ponpes Baitul Qudus, di mana para peserta dapat melihat langsung implementasi manajemen yang diterapkan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa LDII Kudus terus berupaya menghadirkan model pembinaan yang inspiratif, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi pengembangan pesantren di seluruh wilayah

